<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Antlin's Weblog</title>
	<atom:link href="http://antlin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antlin.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Mar 2008 07:41:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antlin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Antlin's Weblog</title>
		<link>http://antlin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antlin.wordpress.com/osd.xml" title="Antlin&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antlin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>potensi alam di bali</title>
		<link>http://antlin.wordpress.com/2008/03/29/potensi-alam-di-bali/</link>
		<comments>http://antlin.wordpress.com/2008/03/29/potensi-alam-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 07:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antlin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antlin.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Wisata Alam Bali: Menginap di Tengah Sawah, Siapa Takut! Perjalanan wisata bertemakan kembali ke alam atau back to nature memang tidak akan pernah membosankan. Hal itu akan kita jumpai bila berlibur di Pulau Dewata, Bali. Desa Campuhan namanya, terletak di wilayah Ubud, salah satu pusat wisata Bali yang sangat terkenal dengan ukiran dan lukisannya. Satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=4&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font face="Arial"><font size="4"><b>Wisata Alam Bali:<br />
Menginap di Tengah Sawah, Siapa Takut!</b></font></font></p>
<p align="justify"><font face="Arial"><font size="2">Perjalanan wisata bertemakan kembali ke alam atau back to nature memang tidak akan pernah membosankan. Hal itu akan kita jumpai bila berlibur di Pulau Dewata, Bali. Desa Campuhan namanya, terletak di wilayah Ubud, salah satu pusat wisata Bali yang sangat terkenal dengan ukiran dan lukisannya. Satu setengah jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai atau satu jam perjalanan dari Terminal Bus Antar Kota Ubung Denpasar, dengan mencarter kendaraan, maka kita akan sampai di desa yang tenang dan sejuk ini.</p>
<p><img src="http://www.sinarharapan.co.id/images/0203/21/wisata.jpg" align="left" border="0" height="230" hspace="10" vspace="10" width="350" />Jalan yang berkelok-kelok, sesekali dengan kelokan tajam dan hamparan sawah bersusun menghijau di kejauhan akan menyambut kedatangan kita di Ubud ini. Jalan menurun dan menyeberangi Sungai Campuhan. Lembah ini menjadi ilham tersendiri bagi seorang Antonio Blanco di hampir setiap karya lukisnya. Lokasi ini sering dimanfaatkan oleh turis lokal dan mancanegara untuk berfoto dengan latar belakang rumah sang maestro lukis. Rumah yang berdiri di pinggiran sungai dengan air yang mengalir jernih.<span id="more-4"></span><br />
Selepas jembatan Campuhan ini, maka akan mulai terasa denyut nadi sebuah daerah wisata yang sangat terkenal.<br />
Jalan raya Ubud sepanjang dua kilometer dengan sedikit membelah bukit terasa sesak dengan kehadiran puluhan toko dan galeri yang menjajakan beraneka pernik-pernik khas Bali dan Ubud. Puas menikmati pemandangan tadi, maka sampailah kita di salah satu penginapan yang banyak terdapat di Ubud.<br />
Letaknya di dekat persawahan menjadi ciri khas dari Puri Bayu, begitu nama penginapan tersebut. Puri Bayu dengan suasana kampungnya, terasa kontras dengan kehadiran puluhan toko dan galeri yang cenderung meriah dan ramai.<br />
Penginapan ini memiliki tiga buah vila berlantai dua dengan kamar antara tiga hingga empat kamar untuk tiap vila. Sebenarnya ada beberapa penginapan yang berada di sekitar persawahan desa Campuhan ini, namun Puri Bayu sedikit berbeda.<br />
Begitu kita memasuki Puri Bayu, maka suasana back to nature akan segera menyergap kita. Halaman depan vila yang langsung menghadap persawahan hanya dibatasi oleh pematang sawah.<br />
Sebuah sungai kecil berair jernih mengalir persis di beranda lantai satu menjadi kelebihan tempat ini. Ciri khas Bali pun tampak pada bangunan kecil untuk persembahyangan yang terletak di sudut tiap vila.<br />
Paduan gaya arsitektur tradisional setempat dan modern kental terasa di tempat ini. Lukisan pemandangan alam ditambah furniture kayu era tahun 30-an menjadi pelengkap penginapan ini. Melongok ke lantai dua kita hanya akan menjumpai satu buah kamar besar dengan beranda yang juga menghadap ke sawah. Lantai kayu di lantai dua kamar ini digunakan mengingat daerah Ubud merupakan daerah yang sejuk seperti halnya Puncak di Jawa Barat.<br />
Uniknya kamar mandi di lantai dua yang menyatu dengan kamar ini bernuansa open air alias tanpa penutup atap dengan dinding bata merah yang tidak berplester, dilengkapi tanaman hias dan rindangnya pohon kelapa yang ditanam di samping penginapan menjadi pengganti atap kamar mandi. Nuansa bata merah yang diperhalus dan tanpa plester semen di semua sudut inilah yang menghiasi bangunan vila.<br />
Jangan khawatir diintip orang selagi kita mandi. Selain tempat ini jauh dari keramaian, tujuh ekor anjing ras Bali yang terkenal galak menjadi penjaga penginapan ini. Jadi Anda bisa leluasa mandi tanpa diintip sambil menikmati semilir sejuknya angin yang masuk ke kamar mandi ini sambil berendam di dinginnya air.<br />
Tanpa terasa sore pun menjelang. Ternyata penginapan ini juga menghadap ke arah matahari terbenam, Semburat warna merah di langit barat pertanda mentari akan masuk ke peraduan yang menjadi latar belakang pemandangan persawahan tak urung mengundang antusias turis-turis mancanegara yang juga menginap di Puri Bayu.<br />
Mereka berebut mengabadikan peristiwa yang hanya berlangsung dalam hitungan menit ini dengan kamera masing-masing. Berkali-kali kilatan lampu mengiringi mentari kembali ke peraduannya.<br />
Tiba-tiba saja langit yang menjelang gelap menjadi bertambah gelap dengan melintasnya ratusan burung dari berbagai jenis ke sarangnya tak jauh dari Puri Bayu. Sungguh suatu permandangan yang elok.<br />
Suasana malam adalah suasana yang paling ditunggu bila kita menginap di tempat ini. Konser musik alam mungkin adalah kalimat yang paling cocok untuk melukiskan riuhnya suasana malam dengan tingkah suara binatang-binatang yang hanya hidup di malam hari.<br />
Teriakan si kodok dan jangkrik yang saling bersahutan diselingi gemericik air yang mengalir dari sungai kecil di depan vila menjadi hiburan tersendiri.<br />
Belum lengkap rasanya tanpa kehadiran si kunang-kunang yang malam itu muncul dari persawahan dalam jumlah besar seolah menggenapi kemeriahan kecil yang sedang berlangsung.<br />
Lamat-lamat di kejauhan terdengar dentuman musik yang berasal dari kafe-kafe di sepanjang jalan raya Ubud, tidak jauh dari Puri Bayu. Menurut penuturan Wayan, karyawan penginapan, tidak sedikit turis mancanegara yang minta disediakan lampu teplok di setiap kamarnya, meskipun penginapan ini dialiri listrik. Permintaan itu akan semakin bertambah, misalnya tidak boleh ada suara radio dan teve. Suasana temaram dengan lampu teplok ini diyakini para turis tadi mampu menambah romantisme yang sudah terbangun dengan kehadiran konser alam.<br />
Wayan berkisah bahwa ada satu pengunjung tetap penginapannya yang berasal dari Jepang. Si Jepang yang di negaranya berprofesi sebagai pialang saham ini mempunyai kebiasaan unik, yaitu singgah seorang diri hanya untuk mendengarkan konser alam ini semalaman suntuk lengkap dengan kehadiran lampu teplok, meskipun untuk itu ia harus rela membayar sewa satu vila yang berkamar tiga yang perkamarnya bertarif US$ 115 semalam, untuk kemudian keesokan harinya kembali ke negara asalnya.<br />
Malam semakin larut, dan konser alam tetap berlangsung sembari sesekali ditingkahi lolongan anjing di kejauhan. Dari arah persawahan sesekali terdengar teriakan riang beberapa turis bule yang mencoba menangkap kunang-kunang ditemani karyawan penginapan. Kesejukan udara malam yang menusuk tulang sangat terasa di lantai dua tempat saya berada. Kantuk pun mulai menyerang manakala waktu menunjuk pukul 01.00 dini hari. Jendela besar kamar sengaja tidak ditutup seluruhnya supaya udara malam tetap bisa saya rasakan masuk ke dalam kamar.<br />
Kicauan pagi hari dari burung-bürung kecil yang masuk ke beranda kamar di lantai dua Puri Bayu membangunkan saya dari tidur. Tiga ekor perkutut besar tampak bertengger dengan tenangnya di sebuah dahan pohon tepat di depan kamar saya.<br />
Mereka seolah tidak takut akan diganggu atau ditangkap. Bila saja perkutut-perkutut ini berada di Jakarta, pastilah mereka sudah meringkuk di sarang para pemburunya! Menurut Wayan yang pagi itu mengantarkan sarapan pagi, para pemuka adat di Ubud sudah bersepakat untuk melindungi hewan-hewan seperti burung perkutut ini.<br />
Hukum adat akan segera berlaku untuk mereka yang menangkap dan memelihara jenis burung yang suaranya bagus ini. Pantas saja daerah Ubud juga dikenal sebagai surga bagi berbagai jenis burung.<br />
Pemandangan sawah di pagi hari tampak indah. Meski diselimuti kabut tipis, beberapa petani sudah terlihat bekerja menemani padi yang masih berusia muda. Lagi-lagi Wayan bercerita, bahwa penginapannya pernah kedatangan satu keluarga dari Negeri Paman Sam yang sengaja menginap hanya untuk mengetahui siklus satu musim padi sejak mulai padi ditanam hingga panen!<br />
Wayan juga menawarkan wisata lari pagi melintasi pematang sawah yang luas hingga menuju tepian Sungai Campuhan yang berjarak tiga ratus meter dari penginapan, sambil menangkap belut yang bersembunyi di lumpur persawahan.<br />
Saat ini sudah banyak penginapan yang mengambil konsep seperti yang ada di Puri Bayu, meskipun untuk itu para pemilik penginapan tidak berani membeli tanah sawah sebab hamparan sawah yang menjadi pernandangan yang dijual oleh Puri Bayu, hingga saat ini masih dimiliki oleh satu keturunan raja di daerah Ubud tersebut.<br />
Di balik itu semua perjalanan wisata ke daerah eksotik seperti Ubud dengan desa Campuhannya dan hamparan hijau sawah yang luas membentang, bisa menjadi pengalaman baru bagi Anda yang selama ini terbiasa melakukan perjalanan wisata ke daerah-daerah pantai bahkan ke luar negeri.<br />
Wisata di alam persawahan seperti persawahan Campuhan dengan Puri Bayunya juga layak dipertimbangkan dalam daftar tempat honeymoon bagi pengantin baru. Selamat berlibur!<br />
(anton kusnanto)<br />
</font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antlin.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antlin.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antlin.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antlin.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=4&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antlin.wordpress.com/2008/03/29/potensi-alam-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/391fb58e80ea29791375a8032fee352e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antlin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sinarharapan.co.id/images/0203/21/wisata.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Soeharto</title>
		<link>http://antlin.wordpress.com/2008/02/01/tentang-soeharto/</link>
		<comments>http://antlin.wordpress.com/2008/02/01/tentang-soeharto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 03:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antlin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antlin.wordpress.com/2008/02/01/tentang-soeharto/</guid>
		<description><![CDATA[Latar belakang Suharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta. Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Selama Perang Dunia II, dia menjadi komandan peleton, kemudian kompi di dalam militer yang disponsori oleh Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA (Pembela Tanah Air). Setelah Proklamasi Kemerdekaan oleh Soekarno pada 1945, pasukannya bentrok dengan Belanda yang sedang berupaya mendirikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=3&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span class="mw-headline">Latar belakang</span></h2>
<p>Suharto lahir di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemusuk" title="Kemusuk">Kemusuk</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Argomulyo" title="Argomulyo">Argomulyo</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta">Yogyakarta</a>. Dia bergabung dengan pasukan kolonial <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda">Belanda</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/KNIL" title="KNIL">KNIL</a>. Selama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_II" title="Perang Dunia II">Perang Dunia II</a>, dia menjadi komandan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peleton%2C_kemudian_kompi&amp;action=edit" class="new" title="Peleton, kemudian kompi">peleton, kemudian kompi</a> di dalam militer yang disponsori oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang">Jepang</a> yang dikenal sebagai tentara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PETA" title="PETA">PETA</a> (Pembela Tanah Air).</p>
<p>Setelah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proklamasi_Kemerdekaan&amp;action=edit" class="new" title="Proklamasi Kemerdekaan">Proklamasi Kemerdekaan</a> oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno" title="Soekarno">Soekarno</a> pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1945" title="1945">1945</a>, pasukannya bentrok dengan Belanda yang sedang berupaya mendirikan kembali <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kolonialisme" title="Kolonialisme">kolonialisme di Indonesia</a>. Soeharto dikenal luas dalam militer dengan serangan tiba-tibanya yang menguasai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta" title="Yogyakarta">Yogyakarta</a> pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Maret" title="1 Maret">1 Maret</a> 1949 (lihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_Umum_1_Maret" title="Serangan Umum 1 Maret">Serangan Umum 1 Maret</a>) hanya dalam waktu enam jam. Namun gerakan ini cenderung ditafsirkan sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia terhadap pasukan Belanda. Penggagas sebenarnya serangan ini adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Sultan_Hamengkubuwono_IX" title="Sri Sultan Hamengkubuwono IX">Sri Sultan Hamengkubuwono IX</a>, sebagai raja Yogyakarta, Gubernur Militer serta Menteri Pertahanan.</p>
<p>Di tahun berikutnya dia bekerja sebagai pejabat militer di Divisi Diponegoro <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah" title="Jawa Tengah">Jawa Tengah</a>. Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959" title="1959">1959</a> dia terlibat kasus penyelundupan dan kasusnya hampir dibawa ke pengadilan militer oleh Kolonel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Yani" title="Ahmad Yani">Ahmad Yani</a><sup>[<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Mengutip_sumber" title="Mengutip sumber"><i>rujukan?</i></a>]</sup>. Namun atas saran Jendral <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gatot_Subroto" title="Gatot Subroto">Gatot Subroto</a> saat itu, dia dibebaskan dan dipindahkan ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=SESKOAD&amp;action=edit" class="new" title="SESKOAD">SESKOAD</a>) di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung" title="Bandung">Bandung</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" title="Jawa Barat">Jawa Barat</a> . Sebelumnya Letkol Soeharto menjadi komandan penumpasan pemberontakan di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar" title="Makassar">Makassar</a>, di bawah komando Kolonel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alex_Kawilarang" title="Alex Kawilarang">Alex Kawilarang</a> .</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1961" title="1961">1961</a> dia mencapai pangkat <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Brigadir_jendral&amp;action=edit" class="new" title="Brigadir jendral">brigadir jendral</a> dan memimpin Komando Mandala yang bertugas merebut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irian_Barat" title="Irian Barat">Irian Barat</a>. Sekembalinya dari Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/A.H._Nasution" title="A.H. Nasution">A.H. Nasution</a>. Di pertengahan tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1962" title="1962">1962</a>, Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965">1965</a>.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965">1965</a>, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, khususnya Angkatan Darat mengalami konflik internal, terutama akibat politik <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasakom" title="Nasakom">Nasakom</a> yang dilancarkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarno" title="Sukarno">Sukarno</a> pada saat itu, sehingga pecah menjadi dua faksi, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayap_kiri" title="Sayap kiri">sayap kiri</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sayap_kanan" title="Sayap kanan">sayap kanan</a>. Soeharto berada di pihak sayap kanan. Hal terpenting yang diperoleh Soeharto dari operasi militer ini adalah perkenalannya dengan Kol. Laut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sudomo" title="Sudomo">Sudomo</a>, Mayor <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_Murtopo" title="Ali Murtopo">Ali Murtopo</a>, Kapten <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benny_Murdani" title="Benny Murdani">Benny Murdani</a> yang kemudian tercatat sebagai orang-orang terpenting dan strategis di tubuh pemerintahannya kelak.</p>
<p><a name="Naik_ke_kekuasaan" id="Naik_ke_kekuasaan"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Naik ke kekuasaan</span></h2>
<table style="border:1px solid #aaaaaa;background:#fff0d9 none repeat scroll 0 50%;width:60%;text-align:justify;margin:0 auto 1em;padding:0.2em;" align="center">
<tr>
<td width="1%"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Stop_hand.svg" class="image" title="Stop hand.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Stop_hand.svg/40px-Stop_hand.svg.png" border="0" height="40" width="40" /></a></td>
<td align="center"><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Sudut_pandang_netral" title="Sudut pandang netral">Kenetralan</a> sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan.</b><br />
Silakan melihat pembicaraan di halaman <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan:Soeharto" title="Soeharto">diskusi</a> artikel ini.</td>
</tr>
</table>
<table class="noprint" style="border:2px solid #000088;float:right;margin-left:5px;margin-bottom:5px;" border="0" cellpadding="5" width="20%">
<tr>
<td>      <img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/timeline/49585c6021500a6446d7b84c17f945c0.png" /></p>
<p>Pergantian tampuk pimpinan<br />
pemerintahan Indonesia.</td>
</tr>
</table>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September" title="Gerakan 30 September">Gerakan 30 September</a></i></div>
</dd>
</dl>
<p>Pada pagi hari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1_Oktober" title="1 Oktober">1 Oktober</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1965" title="1965">1965</a>, beberapa pasukan pengawal Kepresidenan, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cakrabirawa" title="Cakrabirawa">Tjakrabirawa</a> di bawah Letnan Kolonel <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Untung_Syamsuri" title="Untung Syamsuri">Untung Syamsuri</a> bersama pasukan lain menculik dan membunuh enam orang jendral. Pada peristiwa itu Jendral <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/A.H._Nasution" title="A.H. Nasution">A.H. Nasution</a> yang menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Hankam dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata berhasil lolos. Satu yang terselamatkan, yang tidak menjadi target dari percobaan kudeta adalah Mayor Jendral Soeharto, meski menjadi sebuah pertanyaan apakah Soeharto ini terlibat atau tidak dalam peristiwa yang dikenal sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September" title="Gerakan 30 September">G-30-S</a> itu. Beberapa sumber mengatakan, Pasukan Tjakrabirawa yang terlibat itu menyatakan bahwa mereka mencoba menghentikan kudeta militer yang didukung oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CIA" title="CIA">CIA</a> yang direncanakan untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dari kekuasaan pada &#8220;Hari ABRI&#8221;, 5 Oktober 1965 oleh badan militer yang lebih dikenal sebagai Dewan Jenderal.</p>
<p>Peristiwa ini segera ditanggapi oleh Mayjen Soeharto untuk segera mengamankan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta">Jakarta</a>, menurut versi resmi sejarah pada masa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru">Orde Baru</a>, terutama setelah mendapatkan kabar bahwa Letjen Ahmad Yani, Menteri / Panglima Angkatan Darat tidak diketahui keberadaannya. Hal ini sebenarnya berdasarkan kebiasaan yang berlaku di Angkatan Darat bahwa bila Panglima Angkatan Darat berhalangan hadir, maka Panglima Kostrad yang menjalankan tugasnya. Tindakan ini diperkuat dengan turunnya Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Supersemar" title="Supersemar">Supersemar</a>) dari Presiden Soekarno yang memberikan kewenangan dan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Langkah yang diambil Soeharto adalah segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekalipun sempat ditentang Presiden Soekarno, penangkapan sejumlah menteri yang diduga <i>terlibat</i> G-30-S (Gerakan 30 September). Tindakan ini menurut pengamat internasional dikatakan sebagai langkah menyingkirkan Angkatan Bersenjata Indonesia yang pro-Soekarno dan pro-Komunis yang justru dialamatkan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia di mana jajaran pimpinannya khususnya Panglima Angkatan Udara Laksamana Udara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Omar_Dhani" title="Omar Dhani">Omar Dhani</a> yang dinilai pro Soekarno dan Komunis, dan akhirnya memaksa Soekarno untuk menyerahkan kekuasaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eksekutif" title="Eksekutif">eksekutif</a>. Tindakan pembersihan dari unsur-unsur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunis" title="Komunis">komunis</a> (PKI) membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu &#8220;tersangka komunis&#8221;, kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa_Indonesia" title="Tionghoa Indonesia">Tionghoa Indonesia</a>. Soeharto dikatakan menerima dukungan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CIA" title="CIA">CIA</a> dalam penumpasan komunis. Diplomat Amerika 25 tahun kemudian mengungkapkan bahwa mereka telah menulis daftar &#8220;operasi komunis&#8221; Indonesia dan telah menyerahkan sebanyak 5.000 nama kepada militer Indonesia. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Been_Huang&amp;action=edit" class="new" title="Been Huang">Been Huang</a>, bekas anggota kedutaan politik AS di Jakarta mengatakan di 1990 bahwa: &#8220;Itu merupakan suatu pertolongan besar bagi Angkatan Bersenjata. Mereka mungkin membunuh banyak orang, dan saya kemungkinan memiliki banyak darah di tangan saya, tetapi tidak seburuk itu. Ada saatnya di mana anda harus memukul keras pada saat yang tepat.&#8221; Howard Fenderspiel, ahli Indonesia di <i>State Department&#8217;s Bureau of Intelligence and Research</i> di 1965: &#8220;Tidak ada yang peduli, selama mereka adalah komunis, bahwa mereka dibantai. Tidak ada yang bekerja tentangnya.&#8221;<sup>1</sup> Dia mengakhiri konfrontasi dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia">Malaysia</a> dalam rangka membebaskan sumber daya di militer.</p>
<p>Jendral Soeharto akhirnya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia setelah pertanggungjawaban Presiden Soekarno (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NAWAKSARA" title="NAWAKSARA">NAWAKSARA</a>) ditolak MPRS pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967" title="1967">1967</a>, kemudian mendirikan apa yang disebut <i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Baru" title="Orde Baru">Orde Baru</a></i>.</p>
<p>Beberapa pengamat politik baik dalam negeri maupun luar negeri mengatakan bahwa Soeharto membersihkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen" title="Parlemen">parlemen</a> dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunis" title="Komunis">komunis</a>, menyingkirkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Serikat_buruh&amp;action=edit" class="new" title="Serikat buruh">serikat buruh</a> dan meningkatkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor" title="Sensor">sensor</a>. Dia juga memutuskan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hubungan_diplomatik&amp;action=edit" class="new" title="Hubungan diplomatik">hubungan diplomatik</a> dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Tiongkok" title="Republik Rakyat Tiongkok">Republik Rakyat Tiongkok</a> dan menjalin hubungan dengan negara barat dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB">PBB</a>. Dia menjadi penentu dalam semua keputusan politik.</p>
<p>Jendral Soeharto dikatakan meningkatkan dana militer dan mendirikan dua badan intelijen &#8211; Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopkamtib" title="Kopkamtib">Kopkamtib</a>) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin). Sekitar 2 juta orang dieksekusi dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembersihan&amp;action=edit" class="new" title="Pembersihan">pembersihan</a> massal dan lebih dari 200.000 ditangkap hanya karena dicurigai terlibat dalam kudeta. Banyak komunis, tersangka komunis dan yang disebut &#8220;<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Musuh_negara&amp;action=edit" class="new" title="Musuh negara">musuh negara</a>&#8221; dihukum mati (meskipun beberapa hukuman ditunda sampai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1990" title="1990">1990</a>).</p>
<p>Diduga bahwa daftar tersangka komunis diberikan ke tangan Soeharto oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CIA" title="CIA">CIA</a>. Sebagai tambahan, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CIA" title="CIA">CIA</a> melacak nama dalam daftar ini ketika rezim Soeharto mulai mencari mereka. Dukungan yang tidak dibicarakan ini dari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemerintah_Amerika_Serikat&amp;action=edit" class="new" title="Pemerintah Amerika Serikat">Pemerintah Amerika Serikat</a> untuk rezim Soeharto tetap diam sampai invasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur">Timor Timur</a>, dan terus berlangsung sampai akhir <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1990-an" title="1990-an">1990-an</a>. Karena kekayaan sumber daya alamnya dan populasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen" title="Konsumen">konsumen</a> yang besar, Indonesia dihargai sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rekan_dagang&amp;action=edit" class="new" title="Rekan dagang">rekan dagang</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> dan begitu juga pengiriman senjata tetapi dipertahankan ke rezim Soeharto. Ketika Soeharto mengumjungi Washington pada 1995 pejabat administratif Clinton dikutip di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York_Times" title="New York Times">New York Times</a> mengatakan bahwa Soeharto adalah &#8220;orang seperti kita&#8221; atau &#8220;orang golongan kita&#8221;.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Maret" title="12 Maret">12 Maret</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1967" title="1967">1967</a> Soeharto diangkat sebagai Pejabat Presiden Indonesia oleh MPR Sementara. Setahun kemudian, pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Maret" title="27 Maret">27 Maret</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1968" title="1968">1968</a> dia resmi diangkat sebagai Presiden untuk masa jabatan lima tahun yang pertama. Dia secara langsung menunjuk 20% anggota MPR. Partai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golkar" title="Golkar">Golkar</a> menjadi partai favorit dan satu-satunya yang diterima oleh pejabat pemerintah. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia" title="Indonesia">Indonesia</a> juga menjadi salah satu pendiri <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ASEAN" title="ASEAN">ASEAN</a>.</p>
<p>Ekonomi Indonesia benar-benar amburadul di pertengahan 1960-an. Soeharto pun kemudian meminta nasehat dari tim ekonom hasil didikan Barat yang banyak dikenal sebagai &#8220;<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mafia_Berkeley" title="Mafia Berkeley">mafia Berkeley</a>&#8220;. Tujuan jangka pendek pemerintahan baru ini adalah mengendalikan inflasi, menstabilkan nilai rupiah, memperoleh hutang luar negeri, serta mendorong masuknya investasi asing. Dan untuk satu hal ini, kesuksesan mereka tidak bisa dipungkiri. Peran <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sudjono_Humardani&amp;action=edit" class="new" title="Sudjono Humardani">Sudjono Humardani</a> sebagai asisten finansial besar artinya dalam pencapaian ini.</p>
<p>Di bidang sosial politik, Soeharto menyerahkannya kepada Ali Murtopo sebagai asisten untuk masalah-masalah politik. Menghilangkan oposisi dengan melemahkan kekuatan partai politik dilakukan melalui <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fusi_dalam_sistem_kepartaian&amp;action=edit" class="new" title="Fusi dalam sistem kepartaian">fusi dalam sistem kepartaian</a>.</p>
<p><a name="Meredam_oposisi" id="Meredam_oposisi"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Meredam oposisi</span></h2>
<p>Soeharto membangun dan memperluas konsep &#8220;Jalan Tengah&#8221;-nya Jenderal Nasution menjadi konsep <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dwifungsi" title="Dwifungsi">dwifungsi</a> untuk memperoleh dukungan basis teoritis bagi militer untuk memperluas pengaruhnya melalui pejabat-pejabat pemerintahan, termasuk cadangan alokasi kursi di parlemen dan pos-pos utama dalam birokrasi sipil. Peran dwifungsi ini adalah peran militer di bidang politik yang permanen.</p>
<p>Sepak terjang Ali Murtopo dengan badan inteligennya mulai mengancam Soeharto. Persaingan antara Ali Moertopo dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumitro" title="Sumitro">Sumitro</a> dipergunakan untuk menyingkirkan Ali. Namun Sumitro pun segera ditarik dari jabatannya dan kendali <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kopkamtib" title="Kopkamtib">Kopkamtib</a> dipegang langsung oleh Soeharto karena dianggap potensial mengancam. Beberapa bulan setelah peristiwa Malari sebanyak 12 surat kabar ditutup dan ratusan rakyat Indonesia termasuk mahasiswa ditangkap dan dipenjarakan.</p>
<p>Pada 1978 untuk mengeliminir <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_mahasiswa" title="Gerakan mahasiswa">gerakan mahasiswa</a> maka segera diberlakukannya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NKK/BKK" title="NKK/BKK">NKK/BKK</a> (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa. Hubungan kegiatan mahasiswa dengan pihak kampus hanyalah kepada mereka yang diperbolehkan pemerintah lewat mekanisme kontrol dekanat dan rektorat.</p>
<p>Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. 12 tahun 1982. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru.</p>
<p>Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis, yang tergabung dalam <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petisi_50&amp;action=edit" class="new" title="Petisi 50">Petisi 50</a>, mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar, serta menuntut adanya reformasi politik. Sebagai balasannya, pemerintah mencekal mereka. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru.</p>
<p><a name="Puncak_Orde_Baru" id="Puncak_Orde_Baru"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Puncak Orde Baru</span></h2>
<p>Pada masa pemerintahannya, Presiden Soeharto menetapkan pertumbuhan ekonomi sebagai pokok tugas dan tujuan pemerintah. Dia mengangkat banyak teknokrat dan ahli ekonomi yang sebelumnya bertentangan dengan Presiden Soekarno yang cenderung bersifat sosialis. Teknokrat-teknokrat yang umumnya berpendidikan barat dan liberal (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>) diangkat adalah lulusan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkeley" title="Berkeley">Berkeley</a> sehingga mereka lebih dikenal di dalam klik ekonomi sebagai <i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mafia_Berkeley" title="Mafia Berkeley">Mafia Berkeley</a></i> di kalangan Ekonomi, Industri dan Keuangan Indonesia. Pada masanya, Indonesia mendapatkan bantuan ekonomi dan keuangan dari negara-negara donor (negara-negara maju) yang tergabung dalan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/IGGI" title="IGGI">IGGI</a> yang diseponsori oleh pemerintah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda">Belanda</a>. Namun pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1992" title="1992">1992</a>, IGGI dihentikan oleh pemerintah Indonesia karena dianggap turut campur dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya dalam kasus <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur">Timor Timur</a> pasca <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insiden_Dili" title="Insiden Dili">Insiden Dili</a>. Peran IGGI ini digantikan oleh lembaga donor <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/CGI" title="CGI">CGI</a> yang disponsori <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis" title="Perancis">Perancis</a>. Selain itu, Indonesia mendapat bantuan dari lembaga internasional lainnya yang berada dibawah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB">PBB</a> seperti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNICEF" title="UNICEF">UNICEF</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNESCO" title="UNESCO">UNESCO</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/WHO" title="WHO">WHO</a>. Namun sayangnya, kegagalan manajemen ekonomi yang bertumpu dalam sistem <i>trickle down effect</i> (menetes ke bawah) yang mementingkan pertumbuhan dan pengelolaan ekonomi pada segelintir kalangan serta buruknya manajemen ekonomi perdagangan industri dan keuangan (EKUIN) pemerintah, membuat Indonesia akhirnya bergantung pada donor Internasional terutama paska <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_1997" title="Krisis 1997">Krisis 1997</a>. Dalam bidang ekonomi juga, tercatat Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984" title="1984">1984</a>. Namun prestasi itu ternyata tidak dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya. Kemudian kemajuan ekonomi Indonesia saat itu dianggap sangat signifikan sehingga Indonesia sempat dimasukkan dalam negara yang mendekati negara-negara Industri Baru bersama dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia" title="Malaysia">Malaysia</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Filipina" title="Filipina">Filipina</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand" title="Thailand">Thailand</a>, selain <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura" title="Singapura">Singapura</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan" title="Taiwan">Taiwan</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Selatan" title="Korea Selatan">Korea Selatan</a>.</p>
<p>Di bidang politik, Presiden Soeharto melakukan penyatuan partai-partai politik sehingga pada masa itu dikenal tiga partai politik yakni <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Persatuan_Pembangunan" title="Partai Persatuan Pembangunan">Partai Persatuan Pembangunan</a> (PPP), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_Karya" title="Golongan Karya">Golongan Karya</a> (Golkar) dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrasi_Indonesia" title="Partai Demokrasi Indonesia">Partai Demokrasi Indonesia</a> (PDI) dalam upayanya menyederhanakan kehidupan berpolitik di Indonesia sebagai akibat dari politik masa presiden Soekarno yang menggunakan sistem multipartai yang berakibat pada jatuh bangunnya kabinet dan dianggap penyebab mandeknya pembangunan. Kemudian dikeluarkannnya UU Politik dan Asas tunggal Pancasila yang mewarnai kehidupan politik saat itu. Namun dalam perjalanannya, terjadi ketimpangan dalam kehidupan politik di mana muncullah istilah &#8220;mayoritas tunggal&#8221; di mana GOLKAR dijadikan partai utama dan mengebirikan dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan PEMILU. Berbagai ketidakpuasan muncul, namun dapat diredam oleh sistem pada masa itu.</p>
<p>Seiring dengan naiknya taraf pendidikan pada masa pemerintahannya karena pertumbuhan ekonomi, muncullah berbagai kritik dan ketidakpuasan atas ketimpangan ketimpangan dalam pembangunan. Kesenjangan ekonomi, sosial dan politik memunculkan kalangan yang tidak puas dan menuntut perbaikan. Kemudian pada masa pemerintahannya, tercatat muncul peristiwa kekerasan di masyarakat yang umumnya sarat kepentingan politik, selain memang karena ketidakpuasan dari masyarakat.</p>
<p><a name="Beberapa_catatan_atas_tindakan_represif_Orde_Baru" id="Beberapa_catatan_atas_tindakan_represif_Orde_Baru"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Beberapa catatan atas tindakan represif Orde Baru</span></h2>
<p>Presiden Soeharto dinilai memulai penekanan terhadap suku <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa" title="Tionghoa">Tionghoa</a>, melarang penggunaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tulisan_Tionghoa_tertulis" title="Tulisan Tionghoa tertulis">tulisan Tionghoa tertulis</a> di berbagai material tertulis, dan menutup organisasi Tionghoa karena tuduhan simpati mereka terhadap komunis.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970" title="1970">1970</a> Soeharto melarang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protes" title="Protes">protes</a> pelajar setelah demonstrasi yang meluas melawan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi" title="Korupsi">korupsi</a>. Sebuah komisi menemukan bahwa korupsi sangat umum. Soeharto menyetujui hanya dua kasus dan kemudian menutup komisi tersebut. Korupsi kemudian menjadi sebuah endemik.</p>
<p>Dia memerintah melalui kontrol militer dan penyensoran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Media_massa" title="Media massa">media</a>. Dia menguasai finansial dengan memberikan transaksi mudah dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monopoli" title="Monopoli">monopoli</a> kepada saudara-saudaranya, termasuk enam anaknya. Dia juga terus memainkan faksi berlainan di militer melawan satu sama lain, dimulai dengan mendukung kelompok nasionalis dan kemudian mendukung unsur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam" title="Islam">Islam</a>.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1973" title="1973">1973</a> dia memenangkan jangka lima-tahun berikutnya melalui pemilihan &#8220;<i>electoral college</i>&#8220;. dan juga terpilih kembali pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1978" title="1978">1978</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1983" title="1983">1983</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1988" title="1988">1988</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1993" title="1993">1993</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998">1998</a>. Soeharto mengubah UU Pemilu dengan mengizinkan hanya tiga partai yang boleh mengikuti pemilihan, termasuk partainya sendiri, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Golkar" title="Golkar">Golkar</a>. Oleh karena itu semua partai Islam yang ada diharuskan bergabung menjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Persatuan_Pembangunan" title="Partai Persatuan Pembangunan">Partai Persatuan Pembangunan</a>, sementara partai-partai non-Islam (Katolik dan Protestan) serta partai-partai nasionalis digabungkan menjadi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrasi_Indonesia" title="Partai Demokrasi Indonesia">Partai Demokrasi Indonesia</a>.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1975" title="1975">1975</a>, dengan persetujuan bahkan permintaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia" title="Australia">Australia</a>, ia memerintahkan pasukan Indonesia untuk memasuki bekas koloni <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portugal" title="Portugal">Portugal</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur">Timor Timur</a> setelah Portugal mundur dan gerakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fretilin" title="Fretilin">Fretilin</a> memegang kuasa yang menimbulkan kekacauan di masyarakat Timor Timur Sendiri, serta kekhawatiran Amerika Serikat atas tidakan Fretilin yang menurutnya mengundang campur tangan Uni Soviet. Kemudian pemerintahan pro integrasi dipasang oleh Indonesia meminta wilayah tersebut berintegrasi dengan Indonesia. Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/15_Juli" title="15 Juli">15 Juli</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1976" title="1976">1976</a> Timor Timur menjadi provinsi Timor Timur sampai wilayah tersebut dialihkan ke administrasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PBB" title="PBB">PBB</a> pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999">1999</a>.</p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:William_cohen_with_suharto.jpg" class="image" title="Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/47/William_cohen_with_suharto.jpg/180px-William_cohen_with_suharto.jpg" alt="Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998." class="thumbimage" border="0" height="127" width="180" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:William_cohen_with_suharto.jpg" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Soeharto dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menteri_Pertahanan_Amerika_Serikat" title="Menteri Pertahanan Amerika Serikat">Menteri Pertahanan Amerika Serikat</a> <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=William_Cohen&amp;action=edit" class="new" title="William Cohen">William Cohen</a> pada tahun 1998.</div>
</div>
</div>
<p>Korupsi menjadi beban berat pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980-an" title="1980-an">1980-an</a>. Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/5_Mei" title="5 Mei">5 Mei</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1980" title="1980">1980</a> sebuah kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Petisi_50&amp;action=edit" class="new" title="Petisi 50">Petisi 50</a> menuntut kebebasan politik yang lebih besar. Kelompok ini terdiri dari anggota militer, politisi, akademik, dan mahasiswa. Media Indonesia menekan beritanya dan pemerintah mecekal penandatangannya. Setelah pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1984" title="1984">1984</a> kelompok ini menuduh bahwa Soeharto menciptakan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Negara_satu_partai&amp;action=edit" class="new" title="Negara satu partai">negara satu partai</a>, beberapa pemimpinnya dipenjarakan.</p>
<p>Catatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia" title="Hak asasi manusia">hak asasi manusia</a> Soeharto juga semakin memburuk dari tahun ke tahun. Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1993" title="1993">1993</a> <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_HAM_PBB&amp;action=edit" class="new" title="Komisi HAM PBB">Komisi HAM PBB</a> membuat resolusi yang mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia di Indonesia dan di Timor Timur. Presiden AS <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Clinton" title="Bill Clinton">Bill Clinton</a> mendukungnya.</p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1996" title="1996">1996</a> Soeharto berusaha menyingkirkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri" title="Megawati Soekarnoputri">Megawati Soekarnoputri</a> dari kepemimpinan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Demokrasi_Indonesia" title="Partai Demokrasi Indonesia">Partai Demokrasi Indonesia</a> (PDI), salah satu dari tiga partai resmi. Di bulan Juni, pendukung Megawati menduduki markas besar partai tersebut. Setelah pasukan keamanan menahan mereka, kerusuhan pecah di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta" title="Jakarta">Jakarta</a> pada tanggal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Juli" title="27 Juli">27 Juli</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1996" title="1996">1996</a> (peristiwa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_27_Juli" title="Peristiwa 27 Juli">Sabtu Kelabu</a>) yang dikenal sebagai &#8220;<i>Peristiwa Kudatuli</i>&#8221; (Kerusuhan Dua Tujuh Juli).</p>
<p><a name="Soeharto_turun_takhta" id="Soeharto_turun_takhta"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Soeharto turun takhta</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:225px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Suharto_resigns.jpg" class="image" title="Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, para pendukung revolusi mendapatkan hadiahnya: Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/14/Suharto_resigns.jpg/223px-Suharto_resigns.jpg" alt="Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, para pendukung revolusi mendapatkan hadiahnya: Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi." class="thumbimage" border="0" height="134" width="223" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Suharto_resigns.jpg" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, para pendukung revolusi mendapatkan hadiahnya: Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi.</p></div>
</div>
</div>
<div class="infobox sisterproject">
<div class="floatleft"><span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wikisource-logo.svg" class="image" title="Wikisource-logo.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4c/Wikisource-logo.svg/50px-Wikisource-logo.svg.png" border="0" height="52" width="50" /></a></span></div>
<div style="margin-left:60px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wikisource" title="Wikisource">Wikisource</a> memiliki naskah atau teks asli yang berkaitan dengan:</p>
<div style="margin-left:10px;"><i><b><a href="http://id.wikisource.org/wiki/id:Pernyataan_Berhenti_Sebagai_Presiden_Republik_Indonesia%2C_21_Mei_1998" class="extiw" title="Pernyataan_Berhenti_Sebagai_Presiden_Republik_Indonesia,_21_Mei_1998">Pernyataan Berhenti Sebagai Presiden Republik Indonesia, 21 Mei 1998</a></b></i></div>
</div>
</div>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1997" title="1997">1997</a>, menurut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_Dunia" title="Bank Dunia">Bank Dunia</a>, 20 sampai 30% dari dana pengembangan Indonesia telah disalahgunakan selama bertahun-tahun. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Krisis_finansial_Asia" title="Krisis finansial Asia">Krisis finansial Asia</a> di tahun yang sama tidak membawa hal bagus bagi pemerintahan Presiden Soeharto ketika ia dipaksa untuk meminta pinjaman, yang juga berarti pemeriksaan menyeluruh dan mendetail dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dana_Moneter_Internasional" title="Dana Moneter Internasional">IMF</a>.</p>
<p>Mekipun sempat menyatakan untuk tidak dicalonkan kembali sebagai Presiden pada periode <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998">1998</a>-<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2003" title="2003">2003</a>, terutama pada acara Golongan Karya, Soeharto tetap memastikan ia terpilih kembali oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parlemen" title="Parlemen">parlemen</a> untuk ketujuh kalinya di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Maret" title="Maret">Maret</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998">1998</a>. Setelah beberapa demonstrasi, kerusuhan, tekanan politik dan militer, serta berpuncak pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendudukan_gedung_DPR/MPR" title="Pendudukan gedung DPR/MPR">pendudukan gedung DPR/MPR</a> RI, Presiden Soeharto mengundurkan diri pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/21_Mei" title="21 Mei">21 Mei</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1998" title="1998">1998</a> untuk menghindari perpecahan dan meletusnya ketidakstabilan di Indonesia. Pemerintahan dilanjutkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/B.J._Habibie" title="B.J. Habibie">B.J. Habibie</a>.</p>
<p>Dalam pemerintahannya yang berlangsung selama 32 tahun lamanya, telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan termasuk korupsi dan pelanggaran HAM. Hal ini merupakan salah satu faktor berakhirnya era Soeharto.</p>
<p><a name="Kasus_dugaan_korupsi" id="Kasus_dugaan_korupsi"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Kasus dugaan korupsi</span></h2>
<dl>
<dd><i>Artikel utama: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kasus_dugaan_korupsi_Soeharto" title="Kasus dugaan korupsi Soeharto">Kasus dugaan korupsi Soeharto</a></i></dd>
</dl>
<p>Soeharto memiliki dan mengetuai tujuh buah yayasan, yaitu Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Yayasan Supersemar, Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais), Yayasan Dana Abadi Karya Bhakti (Dakab), Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Yayasan Trikora. Pada 1995, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 90 Tahun 1995. Keppres ini menghimbau para pengusaha untuk menyumbang 2 persen dari keuntungannya untuk Yayasan Dana Mandiri.</p>
<p>Hasil penyidikan kasus tujuh yayasan Soeharto menghasilkan berkas setebal 2.000-an halaman. Berkas ini berisi hasil pemeriksaan 134 saksi fakta dan 9 saksi ahli, berikut ratusan dokumen otentik hasil penyitaan dua tim yang pernah dibentuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kejaksaan_Agung" title="Kejaksaan Agung">Kejaksaan Agung</a>, sejak tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1999" title="1999">1999</a>.</p>
<p>Menurut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Transparency_International" title="Transparency International">Transparency International</a>, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.<a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/business/3567745.stm" class="external autonumber" title="http://news.bbc.co.uk/2/hi/business/3567745.stm" rel="nofollow">[1]</a></p>
<p>Pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Mei" title="12 Mei">12 Mei</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006" title="2006">2006</a>, bertepatan dengan peringatan sewindu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tragedi_Trisakti" title="Tragedi Trisakti">Tragedi Trisakti</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jaksa_Agung" title="Jaksa Agung">Jaksa Agung</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Rahman_Saleh" title="Abdul Rahman Saleh">Abdul Rahman Saleh</a> mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya telah mengeluarkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Keputusan_Penghentian_Penuntutan&amp;action=edit" class="new" title="Surat Keputusan Penghentian Penuntutan">Surat Keputusan Penghentian Penuntutan</a> (SKPP) perkara mantan Presiden Soeharto, yang isinya menghentikan penuntutan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto pada <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tujuh_yayasan_Soeharto&amp;action=edit" class="new" title="Tujuh yayasan Soeharto">tujuh yayasan</a> yang dipimpinnya dengan alasan kondisi fisik dan mental terdakwa yang tidak layak diajukan ke persidangan. SKPP itu dikeluarkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kejaksaan_Negeri_Jakarta_Selatan&amp;action=edit" class="new" title="Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan">Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan</a> pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/11_Mei" title="11 Mei">11 Mei</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006" title="2006">2006</a>, namun SKPP ini lalu dinyatakan tidak sah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/12_Juni" title="12 Juni">12 Juni</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2006" title="2006">2006</a>.</p>
<p><a name="Kasus_Perdata" id="Kasus_Perdata"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Kasus Perdata</span></h3>
<div class="boilerplate metadata plainlinks">
<table style="background-color:transparent;" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wiki_letter_w.svg" class="image" title="Wiki letter w.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/17px-Wiki_letter_w.svg.png" border="0" height="17" width="17" /></a></td>
<td><i> <sup>Bagian ini membutuhkan <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soeharto&amp;action=edit" class="external text" title="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soeharto&amp;action=edit" rel="nofollow">pengembangan</a>.</sup></i></td>
</tr>
</table>
</div>
<p><a name="Peninggalan" id="Peninggalan"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Peninggalan</span></h2>
<p><a name="Bidang_Politik" id="Bidang_Politik"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Bidang Politik</span></h3>
<p>Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Soeharto telah banyak mempengaruhi sejarah Indonesia. Dengan pengambil alihan kekuasaan dari Soekarno, Soeharto dengan dukungan dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> memberantas paham <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme" title="Komunisme">komunisme</a> dan melarang pembentukan partai komunis. Dijadikannya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor_Timur" title="Timor Timur">Timor Timur</a> sebagai provinsi ke-27 (saat itu) juga dilakukannya karena kekhawatirannya bahwa partai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fretilin" title="Fretilin">Fretilin</a> (<i>Frente Revolucinaria De Timor Leste Independente</i> /partai yang berhaluan sosialis-komunis) akan berkuasa di sana bila dibiarkan merdeka. Hal ini telah mengakibatkan menelan ratusan ribu korban jiwa sipil.</p>
<p><a name="Bidang_Kesehatan" id="Bidang_Kesehatan"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Bidang Kesehatan</span></h3>
<p>Untuk mengendalikan jumlah penduduk Indonesia, Soeharto memulai kampanye <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga_Berencana" title="Keluarga Berencana">Keluarga Berencana</a> yang menganjurkan setiap pasangan untuk memiliki secukupnya 2 anak. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledakan penduduk yang nantinya dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kelaparan, penyakit sampai kerusakan lingkungan hidup.</p>
<p><a name="Bidang_Pendidikan" id="Bidang_Pendidikan"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Bidang Pendidikan</span></h3>
<p>Dalam bidang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan">pendidikan</a> Soeharto mempelopori proyek <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wajib_Belajar&amp;action=edit" class="new" title="Wajib Belajar">Wajib Belajar</a> yang bertujuan meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia. Pada awalnya, proyek ini membebaskan murid pendidikan dasar dari uang sekolah (<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sumbangan_Pembiayaan_Pendidikan&amp;action=edit" class="new" title="Sumbangan Pembiayaan Pendidikan">Sumbangan Pembiayaan Pendidikan</a>) sehingga anak-anak dari keluarga miskin juga dapat bersekolah. Hal ini kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 9 tahun.</p>
<p><a name="Bidang_Perekonomian" id="Bidang_Perekonomian"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Bidang Perekonomian</span></h3>
<p><a name="Wafat_Soeharto" id="Wafat_Soeharto"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Wafat Soeharto</span></h2>
<p>Presiden RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/27_Januari" title="27 Januari">27 Januari</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/2008" title="2008">2008</a>. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumah_Sakit_Pusat_Pertamina&amp;action=edit" class="new" title="Rumah Sakit Pusat Pertamina">Rumah Sakit Pusat Pertamina</a> (RSPP), Jakarta.</p>
<p>Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tim_Dokter_Kepresidenan&amp;action=edit" class="new" title="Tim Dokter Kepresidenan">Tim Dokter Kepresidenan</a> menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ.</p>
<p>Kemudian sekitar pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menteng" title="Menteng">Menteng</a>, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana, mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak.</p>
<p>Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekitar pukul 14.55, Minggu (27/1).</p>
<p>Presiden RI <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono" title="Susilo Bambang Yudhoyono">Susilo Bambang Yudhoyono</a> didampingi Wakil Presiden <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jusuf_Kalla" title="Jusuf Kalla">Jusuf Kalla</a> dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketahanan_pangan&amp;action=edit" class="new" title="Ketahanan pangan">ketahanan pangan</a>, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto.</p>
<p>Minggu Sore pukul 16.00 WIB, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden" title="Presiden">Presiden</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soesilo_Bambang_Yudhoyono" title="Soesilo Bambang Yudhoyono">Soesilo Bambang Yudhoyono</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wakil_Presiden" title="Wakil Presiden">Wakil Presiden</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jusuf_Kalla" title="Jusuf Kalla">Jusuf Kalla</a>, lebih dulu melawat ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cendana" title="Cendana">Cendana</a>.</p>
<p><a name="Pemakaman" id="Pemakaman"></a></p>
<h3><span class="mw-headline">Pemakaman</span></h3>
<p>Jenazah mantan presiden Soeharto diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta, Senin, 28 Januari 2008, pukul 09.00 WIB menuju Bandara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Halim_Perdanakusuma" title="Halim Perdanakusuma">Halim Perdanakusuma</a>. Selanjutnya jenazah akan diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solo" title="Solo">Solo</a> pukul 10.00 WIB untuk kemudian dimakamkan di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astana_Giri_Bangun" title="Astana Giri Bangun">Astana Giri Bangun</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solo" title="Solo">Solo</a>, Senin (28/1).</p>
<table style="background-color:transparent;" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Wiki_letter_w.svg" class="image" title="Wiki letter w.svg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/17px-Wiki_letter_w.svg.png" border="0" height="17" width="17" /></a></td>
<td>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antlin.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antlin.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antlin.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antlin.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=3&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antlin.wordpress.com/2008/02/01/tentang-soeharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/391fb58e80ea29791375a8032fee352e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antlin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8b/Stop_hand.svg/40px-Stop_hand.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/timeline/49585c6021500a6446d7b84c17f945c0.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/47/William_cohen_with_suharto.jpg/180px-William_cohen_with_suharto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Soeharto dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat William Cohen pada tahun 1998.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/14/Suharto_resigns.jpg/223px-Suharto_resigns.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pada 21 Mei 1998, setelah tekanan politik besar dan beberapa demonstrasi, para pendukung revolusi mendapatkan hadiahnya: Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di televisi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4c/Wikisource-logo.svg/50px-Wikisource-logo.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/17px-Wiki_letter_w.svg.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6c/Wiki_letter_w.svg/17px-Wiki_letter_w.svg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://antlin.wordpress.com/2008/01/28/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://antlin.wordpress.com/2008/01/28/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 04:26:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antlin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=1&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antlin.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antlin.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antlin.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antlin.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antlin.wordpress.com&amp;blog=2637785&amp;post=1&amp;subd=antlin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antlin.wordpress.com/2008/01/28/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/391fb58e80ea29791375a8032fee352e?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antlin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
